Penempatan Toren Ideal – Memiliki kucuran air yang lemah pada kamar mandi tentu sangat menjengkelkan bagi setiap penggunanya setiap hari.
Masalah tekanan air rendah sering kali membuat mesin cuci dan pemanas tidak bekerja secara optimal.
Memahami strategi penempatan toren secara ideal menjadi solusi paling efektif untuk meningkatkan debit air tanpa bantuan pompa.
Posisi tempat penampungan yang tepat bisa menghemat penggunaan energi listrik karena tidak perlu menyalakan pompa pendorong.
Ketinggian posisi tempat penampungan air sangat menentukan seberapa besar tekanan hidrostatik yang dihasilkan untuk mendorong airnya menuju kran.
Pengalaman mandi yang menyegarkan dengan aliran air yang sangat deras tentu jadi dambaan. Melalui artikel kali ini menjelaskan penempatan torennya yang tepat.
Jadi, untuk selengkapnya simak saja artikel ini.
Beberapa Tips Penempatan Toren Ideal Supaya Tekanan Air Maksimal

Mengatur posisi tempat penampungan air secara strategis merupakan langkah teknis paling penting guna menjamin penyaluran airnya lancar dan kencang.
Nah, berikut ini ada beberapa tips tersendiri dalam penempatan toren yang ideal agar tekanan airnya maksimal yaitu:
1. Memaksimalkan Ketinggian dari Titik Kran
Tips pertama yang paling utama adalah meletakkan dasar toren pada ketinggian minimal 4 sampai 7 meter atas lantai.
Semakin tinggi posisi torennya, maka semakin besar pula tekanan untuk mendorong airnya keluar melalui kran atau shower.
2. Memilih Struktur Penyangga yang Stabil
Pastikan lokasi penempatan memiliki landasan beton atau menara besi yang mampu menahan beban ribuan kilogram air saat torennya penuh.
Struktur yang goyang atau miring akan sangat membahayakan keselamatan penggunanya.
3. Memperpendek Jarak Horizontal ke Kamar Mandi
Usahakan jarak antara tempat penampungan dengan area penggunaan air utama seperti kamar mandi membuatnya sedekat mungkin.
Jalur pipa yang terlalu panjang akan menyebabkan terjadinya kehilangan tekanan (head loss).
4. Menghindari Belokan Pipa yang Berlebihan
Pilihlah lokasi penempatan yang memungkinkan pipa penyaluran turun secara tegak lurus tanpa terlalu banyak menggunakan sambungan siku atau elbow.
Setiap belokan pada pipa akan menghambat laju aliran air serta menurunkan kekuatan dorongan.
5. Menempatkan Toren di Area yang Teduh
Carilah lokasi yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung sepanjang hari guna menjaga suhu airnya agar tetap sejuk.
6. Memastikan Kemudahan Akses Perawatan
Pastikan sekeliling area penempatan terdapat ruang yang cukup bagi orang untuk naik dan melakukan pembersihan torennya secara rutin.
Lokasi yang terlalu sempit atau sulit menjangkaunya akan membuat pemiliknya malas untuk menguras kotoran.
7. Memanfaatkan Sudut Dak Beton yang Kuat
Bagi yang memiliki rumah tingkat, letakkanlah toren pada sudut dak beton yang tersambung langsung dengan balok struktur utama.
8. Menggunakan Alas yang Rata dan Padat
Alas tempat tandon berpijak harus pasti benar-benar rata, bersih dari kerikil tajam, serta tidak memiliki rongga udara.
Permukaan yang tidak rata akan menyebabkan tekanan beban air tidak terbagi secara merata
Cara Pasang Toren Supaya Tekanan Air Tetap Stabil

Memastikan kestabilan aliran air menuju seluruh kran merupakan aspek teknis yang memerlukan ketelitian tinggi saat proses pemasangan.
Banyak orang sering mengeluh karena tekanan air sering berubah-ubah meskipun tempat penampungannya dalam kondisi penuh.
Berikut ini ada beberapa cara pasang toren supaya tekanan airnya tetap stabil yaitu:
1. Gunakan Diameter Pipa yang Lebih Besar
Cara pertama adalah gunakanlah pipa berukuran minimal 1 inci untuk jalur pengaliran utama yang keluar langsung dari lubang bawah toren.
2. Minimalisir Penggunaan Sambungan Siku (Elbow)
Usahakan jalur pipa penyaluran dari atas ke bawah membuatnya selurus mungkin tanpa terlalu banyak menggunakan sambungan belokan tajam.
4. Gunakan Stop Kran Jenis Ball Valve
Pilihlah stop kran atau katup penutup jenis bola yang memiliki lubang aliran penuh (full bore) untuk memasangnya pada outlet.
Jenis kran ini tidak mempersempit laju aliran air sehingga volumenya yang keluar tetap stabil.
5. Atur Ketinggian Pipa Secara Bertahap
Pastikan pemasangan pipa penyaluran memiliki kemiringan yang stabil menurun ke bawah tanpa adanya bagian pipa bergelombang naik.
6. Pasang Check Valve pada Jalur yang Benar
Pasanglah katup satu arah atau check valve jika menggabungkan jalur air toren dengan jalur langsung dari pompa.
Alat ini mencegah tekanan air saling beradu yang bisa mengakibatkan aliran air menjadi tidak stabil.
7. Pastikan Sambungan Lem PVC Sangat Rapat
Gunakanlah lem pipa berkualitas tinggi dan oleskan secara merata pada setiap sambungan guna mencegah terjadinya kebocoran tersembunyi.
Kebocoran sekecil apa pun pada jalur penyaluran akan mengurangi daya dorong airnya.
8. Lakukan Pembersihan Ujung Kran dan Shower
Periksalah saringan kecil pada ujung kran atau lubang shower secara rutin guna memastikan tidak ada sumbatan kotoran atau lumut.
Review Toren Air Merk Titan

Selain mengetahui penempatannya yang ideal, pemilihan tempat penampungannya juga harus yang tepat. Untuk pilihannya lebih baik pakai saja toren merk Titan.
Tempat penampungan merk Titan ini materialnya dari HDPE murni dan asli tanpa bahan campuran apapun.
Sebagai informasi, bahan HDPE sendiri terkenal akan ketahanannya terhadap segala perubahan cuaca ekstrem.
Toren merk Titan sendiri punya dinding yang kuat dan tebal. Penyimpanan air bersih akan tetap aman tanpa khawatir bocor atau retak.
Tempat penampungan merk Titan juga ada beberapa pilihan ukurannya. Jadi, siapa saja bisa memilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Yang paling menarik, toren merk Titan ini harganya sangat terjangkau walaupun memiliki banyak keunggulan. Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik.
Maka dari itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






