Sistem Ipal Sederhana Toren – Menjaga kelestarian lingkungan pada area sekitar merupakan tanggung jawab moral yang sangat penting bagi setiap warga masyarakat.
Pembuangan limbah cair domestik yang sembarangan bisa mencemari sumber air tanah serta merusak kesehatan penghuninya.
Dalam membangun sistem IPAL sederhana menggunakan toren menjadi solusi cerdas untuk mengelola air limbah sebelum melepasnya ke alam.
Biaya pembuatan sistem ini jauh lebih terjangkau daripada membangun instalasi beton yang sangat rumit dan mahal.
Kualitas air tanah yang bersih akan menjamin keberlangsungan hidup generasi mendatang agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.
Sistem pembuangan yang baik harusnya tidak mencemari sumur tetangga. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan pembuatan sistem IPAL memakai toren.
Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.
Cara Membuat Sistem IPAL Sederhana Pakai Toren Air

Membangun sistem pengelolaan limbah cair secara mandiri merupakan langkah terbaik guna melindungi kelestarian kualitas air tanah lingkungan sekitar.
Limbah yang tidak terolah dengan baik bisa menjadi sumber polusi serta memicu timbulnya aroma sangat mengganggu.
Nah, berikut ini ada beberapa cara dalam membuat sistem IPAL sederhana pakai toren yaitu:
1. Persiapan Toren dan Penentuan Kapasitas
Langkah pertama adalah menyediakan satu toren air dengan kapasitas minimal 500 liter guna memastikan volume penampungannya cukup.
2. Pembuatan Lubang Masuk dan Keluar (Inlet & Outlet)
Perlu melubangi dinding tempat penampungan menggunakan alat bor khusus untuk memasang sambungan pipa masuk dari dapur serta pipa pembuangan akhir.
3. Pemasangan Pipa Sekat (Baffle)
Pasanglah pipa penyekat vertikal dalam toren yang berfungsi untuk mengarahkan aliran air limbah dari bagian atas menuju ke dasar tempat penampungan.
4. Pengisian Lapisan Filter Kasar (Kerikil)
Masukkan kerikil atau batu koral berukuran sedang pada lapisan dasar tempat penampungan setebal kurang lebih 15 hingga 20 sentimeter secara rapi.
Lapisan kerikil ini bertindak sebagai penyaring fisik pertama yang akan menangkap kotoran kasar.
5. Penambahan Media Bio Ball atau Arang Aktif
Masukkan media filter biologis berupa bio ball plastik atau bongkahan arang aktif pada atas lapisan kerikil guna menyerap bau dan racun.
6. Pemasangan Pipa Ventilasi Udara
Pasanglah pipa kecil pada bagian tutup atau dinding atas tempat penampungan sebagai saluran pembuangan gas hasil proses fermentasi anaerob dalam torennya.
7. Penutupan dan Pemasangan Pipa Kontrol
Pastikan tutup toren terpasang dengan sangat rapat namun tetap bisa membukanya sewaktu-waktu guna melakukan pengecekan kondisi media filter dalamnya.
Bisa menambahkan pipa kontrol (bak kontrol) sebelum lubang masuk guna menyaring sisa makanan atau lemak.
8. Uji Coba dan Pengisian Bakteri Starter
Lakukan uji pengaliran air lalu masukkan cairan bakteri pengurai ke dalam sistem guna memulai proses degradasi limbah secara biologis.
Biarkan bakteri berkembang biak selama beberapa hari sebelum sistem menggunakannya secara penuh untuk mengolah seluruh limbah.
Prinsip Kerja Pada Sistem IPAL untuk Berbagai Area
Memahami dasar-dasar mekanisme pengelolaan limbah sangat penting bagi setiap pengelola guna menjaga standar kebersihan yang tinggi setiap harinya.
Proses pengelolaan limbah tidak hanya sekadar mengalirkan air ke dalam tempat penampungannya, namun melibatkan serangkaian reaksi fisik dan biologis yang kompleks.
Berikut ini ada beberapa prinsip kerja pada sistem IPAL untuk berbagai area.
1. Prinsip Pemisahan Fisik
Prinsip pertama adalah menyaring benda-benda padat berukuran besar seperti sisa makanan, plastik, atau rambut agar tidak masuk ke dalam reaktor utama.
2. Prinsip Sedimentasi Gravitasi
Partikel kotoran yang memiliki berat jenis lebih besar dari air akan mengendap secara alami ke dasar tempat penampungan akibat gaya tarik gravitasi.
Pengendapan ini sangat efektif untuk memisahkan lumpur kasar dari air limbah.
3. Prinsip Filtrasi Media
Air limbah dipaksa melewati susunan media berpori seperti kerikil, pasir silika, dan ijuk guna menangkap partikel-partikel halus yang melayang.
Susunan media filter ini akan menahan polutan fisik sehingga air yang keluar memiliki tingkat kejernihan maksimal.
4. Prinsip Degradasi Biologis Anaerob
Mikroorganisme atau bakteri baik yang tumbuh pada media bio ball akan memakan dan mengurai zat organik berbahaya dalam limbah tanpa oksigen.
5. Prinsip Adsorpsi Kimiawi
Penggunaan arang aktif atau karbon aktif berfungsi untuk menyerap bau menyengat serta zat kimia sisa deterjen yang larut dalam air.
6. Prinsip Retensi Waktu
Air limbah harus tertahan dalam toren dalam durasi waktu tertentu agar proses penguraian oleh bakteri bisa berjalan secara sangat sempurna.
7. Prinsip Aerasi Alami dan Pertukaran Gas
Gas hasil metabolisme bakteri seperti metana dan amonia harus membuangnya melalui pipa ventilasi guna menjaga keseimbangan tekanan dalam torennya.
8. Prinsip Stabilisasi dan Klorinasi Akhir
Pada tahap akhir, air yang sudah jernih bisa melewati tablet kaporit guna membunuh bakteri patogen sisa sebelum membuangnya ke saluran umum.
Langkah ini memastikan bahwa air buangan tidak membawa bibit penyakit yang bisa mencemari sumur.
Rekomendasi Toren Air Prime untuk Mendukung IPAL

Untuk pilihan tempat penampungannya sebagai wadah air bersih, maka bisa menggunakan toren merk Prime.
Toren yang satu ini bahan bakunya pakai HDPE asli dan murni, jadi tidak mengherankan mampu bertahan dengan sangat baik dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Dinding pada tempat penampungan merk Prime sendiri tebal dan kuat, jadi mampu menampung air dengan aman tanpa khawatir bocor atau retak.
Pilihan ukuran yang tersedia pada toren merk Prime sendiri beragam. Jadi, siapa saja bisa memilih ukurannya sesuai kebutuhan masing-masing.
Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Maka dari itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






