Cara Menyambung Dua Toren Sekaligus – Menghadapi lonjakan kebutuhan air bersih harian akibat bertambahnya jumlah anggota keluarga, maraknya bisnis indekos, sampai operasional usaha yang kian berkembang sering kali membuat kapasitas toren tunggal terasa sangat kedodoran.
Mengganti tempat penampungan lama dengan ukuran raksasa tidak selalu menjadi pilihan yang bijak, terutama jika terbentur keterbatasan lahan dak beton, akses pemasangan yang sempit, sampai biaya pembelian unit baru yang tergolong tinggi.
Di tengah tantangan pemenuhan air berskala besar ini, menerapkan strategi cara menyambung dua toren sekaligus hadir sebagai solusi.
Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan tentang cara menyambung dua toren sekaligus. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.
Cara Mudah Menyambung Dua Toren Sekaligus

Menyambung dua toren air sekaligus secara paralel merupakan solusi teknis yang sangat efektif untuk melipatgandakan kapasitas cadangan air bersih tanpa harus mengganti unit toren yang sudah ada.
Pengaturan paralel ini memungkinkan kedua toren bekerja sebagai satu kesatuan sistem penampungan. Berikut ini ada beberapa cara mudah menyambung dua toren sekaligus yaitu:
1. Menempatkan Kedua Toren pada Ketinggian Sejajar
Langkah paling mendasar dalam menyambung 2 toren secara paralel adalah memastikan kedua alas wadah berdiri atas bidang datar yang sejajar.
Jika salah satu tempat penampungan peletakkannya lebih rendah dari yang lain, air dari toren yang lebih tinggi akan terus mengalir memenuhi toren yang lebih rendah.
2. Menyambung Lubang Outlet Bawah Menggunakan Pipa
Penyambungan utama melakukannya dengan menghubungkan titik outlet bagian bawah dari toren pertama menuju titik outlet toren kedua menggunakan pipa bridge.
Saat air penggunaannya dalam rumah, debit air dari kedua toren akan habis secara bersamaan sehingga pasokan air menuju saluran utama mengalir 2 kali lebih deras.
3. Memasang Stop Keran Mandiri pada Setiap Keluaran
Sebelum pipa keluaran dari masing-masing toren menyatu pada jalur utama, pasanglah 1 unit stop keran pada tiap-tiap outlet.
Keberadaan stop keran terpisah ini sangat penting untuk mengisolasi aliran air saat salah satu toren membutuhkan perbaikan atau pengurasan rutin.
4. Menghubungkan Jalur Pipa Inlet Secara Paralel
Proses pengisian air dari mesin pompa juga harus membaginya secara sejajar menuju bagian atas kedua toren menggunakan sambungan Tee.
Proses pengisian kapasitas air menjadi jauh lebih cepat sehingga kerja mesin pompa menjadi lebih efisien dan tidak cepat panas.
5. Memasang Pelampung Otomatis pada Toren Utama
Sistem kelistrikan pompa pengisi cukup mengendalikannya oleh satu unit pelampung otomatis yang terpasang pada salah satu toren (yang utama).
Dengan memasang pelampung otomatis yang presisi, mesin pompa akan mati secara otomatis saat kedua toren telah terisi penuh sehingga risiko air meluber bisa terhindari.
6. Memasang Pipa Ventilasi Udara pada Masing-Masing Toren
Setiap toren harus lengkap dengan pipa saluran udara vertikal yang memasangnya dekat jalur keluaran utama.
Air yang mengalir dalam pipa bisa terjebak oleh tekanan udara (air lock) yang memicu kucuran air menjadi tersendat-sendat atau mengecil.
7. Memasang Sambungan Pipa Fleksibel di Antara Penghubung
Di antara pipa yang menghubungkan kedua toren, sangat menjadi saran untuk menyisipkan water mur atau selang fleksibel bertekanan tinggi.
Sambungan fleksibel sebagai peredam getaran dan toleransi pergerakan struktur sehingga titik fitting toren terhindar dari risiko retak atau patah.
8. Memperbesar Ukuran Diameter Pipa Penghubung Utama
Ukuran diameter pipa yang menyambungkan kedua toren idealnya pembuatannya minimal berukuran 1 sampai 1,5 inci.
Pipa berdiameter besar memberikan ruang bebas bagi perpindahan air sehingga keseimbangan volume pada kedua wadah selalu terjaga.
9. Melakukan Uji Coba Pengaliran dan Pengecekan Kebocoran
Setelah seluruh perakitan pipa selesai, lakukan uji pengisian air hingga penuh dan diamkan selama beberapa jam.
Penerapan prosedur pengujian sebagai pemastian pemasangannya sehingga sistem penampungan kedua toren siap beroperasi secara sempurna.
Syarat Ketinggian Penempatan Dua Toren Tepat

Pemasangan dan penentuan ketinggian saat menghubungkan dua toren air secara bersamaan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan sistem perpipaannya.
Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa syarat ketinggian penempatan dua toren dengan tepat yaitu:
1. Kedua Toren Harus Terletak pada Ketinggian Sama
Pengukuran kedataran landasan alas menggunakan alat waterpass atau selang penimbang air merupakan syarat paling penting dalam instalasi dua toren.
Jika salah satu dasar toren letaknya lebih rendah meskipun hanya beberapa cm, toren yang berada pada posisi lebih rendah akan terus-menerus menampung beban air lebih banyak.
2. Ketinggian Dudukan Minimal 2 hingga 7 Meter
Ketinggian lokasi tumpuan toren dari titik keran buangan berbanding lurus dengan besarnya tekanan gravitasi alami.
Menempatkan alas kedua toren minimal 2 hingga 7 meter lebih tinggi dari keran tertinggi mampu menciptakan dorongan yang kuat.
3. Memastikan Struktur Penopang Mampu Menahan Beban
Dua toren berkapasitas masing-masing 1000 liter yang memasangnya sejajar akan memberikan beban terpusat sebesar 2 ton saat terisi penuh.
Menaruh beban seberat itu pada struktur dak beton yang tipis dan kaku bisa memicu lendutan dan keretakan bangunan.
4. Ketinggian Lubang Pipa Overflow Harus Sejajar
Pemasangan jalur pipa pembuangan darurat (overflow pipe) pada kedua toren bertindak sebagai pengaman utama jika terjadi kegagalan fungsi pelampung otomatis.
Posisikan lubang pipa overflow tepat pada garis ketinggian yang sama sehingga fungsi pembuangan darurat bekerja secara seimbang.
5. Memperhatikan Jarak Ketinggian Atap Peneduh Toren
Penempatan 2 toren pada atas dak terbuka idealnya lengkap dengan atap peneduh khusus untuk menghindari paparan panas terik matahari.
Sediakan ruang vertikal bebas minimal 50 hingga 80 cm atas penutup toren sehingga proses pengurasan dan pemeriksaan lebih leluasa.
6. Menyesuaikan Tinggi Pipa Distribusi Utama
Posisi lubang keluaran air dari kedua toren harus terhubung secara paralel pada jalur pipa bawah yang sejajar.
Buatlah penataan jalur perpipaan keluaran dengan posisi ketinggian yang sama persis pada dasar toren, sehingga pasokan air dari kedua wadah tersedot secara bersamaan.
7. Memperhatikan Kemiringan Landasan Secara Presisi
Selain tinggi yang sejajar, sudut kemiringan permukaan tumpuan tempat kedua toren berdiri wajib berada pada tingkat kemiringan nol derajat.
Perataan alas menggunakan adukan semen keras atau rangka besi datar mampu membagi beban secara merata.
8. Menghindari Penempatan pada Area yang Retak
Area tinggi yang jadi pilihan untuk menaruh dua toren wajib steril dari gejala kerusakan fisik bangunan.
Lakukan pemeriksaan dan perbaikan struktur beton sebelum menentukan titik ketinggian penempatan toren sehingga tempat penyimpanannya berdiri atas tumpuan yang benar-benar stabil.
Review Toren Air Grand Ukuran Besar

Untuk pilihan tempat penampungannya yang memiliki konektor (bisa menjadikannya 2 toren), maka lebih baik gunakan saja toren merek Grand ukuran besar.
Tempat penampungan merek Grand bahan bakunya terbuat dari HDPE murni berkualitas tinggi tanpa material campuran lainnya.
Sehingga toren satu ini mampu bertahan dengan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Toren merek Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan ukuran. Hal ini menjadikannya cocok penggunaannya untuk berbagai area.
Tempat penampungan merek Grand menjadi yang pertama dan satu-satunya sudah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.
Sehingga toren yang satu ini mampu menyimpan air dengan aman tanpa terhindar dari segala kontaminasi kotoran maupun lumut.
Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini. Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!





