Apa Saja Penyebab Endapan Muncul di Dasar Toren?

Apa Saja Penyebab Endapan Muncul di Dasar Toren?

Penyebab Endapan di Toren – Menjaga kebersihan cadangan air bersih pada berbagai area merupakan hal yang sangat penting.

Kondisi air yang keruh seringkali membuat penggunanya merasa sangat tidak nyaman saat sedang mandi atau mencuci.

Memahami berbagai penyebab endapan pada toren menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi setiap penghuninya.

Munculnya kotoran di dasar torennya bisa merusak peralatan pipa dan juga menyebabkan kulit menjadi terasa gatal.

Bahkan, endapan yang membiarkannya terlalu lama akan menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri serta kuman yang sangat berbahaya.

Kualitas air yang masuk ke beberapa area memang tidak selalu berada dalam kondisi jernih. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan berbagai penyebab adanya endapan pada tempat penampungan.

Jadi, untuk lebih jelasnya bisa simak artikel ini.

Berbagai Penyebab Munculnya Endapan di Dasar Toren

Berbagai Penyebab Munculnya Endapan di Dasar Toren

Menjaga kebersihan cadangan air bersih pada berbagai area merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin kesehatan kulit dan pencernaan.

Akan tetapi banyak pemiliknya seringkali mengeluhkan munculnya kotoran padat yang menumpuk di bagian bawahnya.

Nah, berikut ini ada berbagai penyebab munculnya endapan pada bagian dasar tempat penampungan yaitu:

1. Kandungan Partikel Lumpur dan Pasir dari Sumber Air

Penyebab paling umum adalah terbawanya partikel padat seperti lumpur halus, pasir, atau tanah dari sumber air, baik itu dari sumur maupun PAM.

Semakin sering pompa menarik air yang keruh, maka lapisan lumpur di dasar torennya akan semakin tebal.

2. Oksidasi Zat Besi dan Mangan

Air tanah pada banyak wilayah Indonesia seringkali memiliki kandungan zat besi atau mangan yang sangat tinggi secara alami.

Butiran hasil reaksi kimia ini perlahan akan mengendap dan menciptakan kerak yang menempel kuat pada dasar serta dindingnya.

3. Pertumbuhan Lumut yang Mati

Toren yang dindingnya tipis atau berwarna terang biasanya membiarkan sinar matahari menembus ke dalam air sehingga memicu pertumbuhan lumut.

4. Masuknya Debu dan Polusi Melalui Tutup yang Tidak Rapat

Debu dan partikel polusi udara bisa masuk ke dalam torennya jika tutupnya tidak terpasang dengan benar atau sudah mengalami kerusakan.

Debu yang masuk akan bercampur dengan air dan perlahan mengumpul di bagian dasar menjadi lapisan tanah.

5. Sisa Residu Bahan Kimia Pengolah Air (Kaporit)

Bagi pengguna layanan air pipa kota, endapan seringkali berasal dari sisa-sisa bahan kimia seperti kaporit atau tawas.

Residu ini terkadang masih terbawa dalam jumlah kecil dan perlahan mengkristal menjadi endapan putih pada dasar torennya.

6. Korosi pada Sistem Perpipaan Lama

Jika pemasangan pipa dari sumber air menuju toren masih menggunakan material besi tua, maka serpihan karat dari dalam pipa akan terbawa masuk.

7. Kontaminasi Serangga atau Bangkai Hewan Kecil

Hewan kecil seperti cicak, kecoa, atau serangga seringkali terjebak masuk ke dalam torennya melalui lubang ventilasi yang tidak memiliki saringan.

Bangkai hewan yang membusuk akan hancur dan menjadi bagian dari endapan kotoran di dasarnya.

8. Pelapukan Material Dinding Toren Berkualitas Rendah

Beberapa jenis toren yang terbuat dari plastik berkualitas rendah bisa mengalami pengikisan atau pelapukan dinding bagian dalam akibat panas matahari.

Serpihan plastik mikro ini akan mengelupas dan jatuh ke dasar air sebagai endapan halus yang sangat sulit terlihat.

Solusi Mengatasi Munculnya Endapan di Dasar Toren

Solusi Mengatasi Munculnya Endapan di Dasar Toren

Menjaga kebersihan torennya merupakan kunci utama untuk memastikan aliran air bersih pada berbagai area tetap lancar dan higienis.

Munculnya kotoran padat pada dasar tempat penampungannya seringkali menjadi masalah yang menjengkelkan karena bisa menyumbat kran air serta merusak kualitas airnya.

Berikut ini ada beberapa solusi untuk mengatasi munculnya endapan pada bagian dasar torennya yaitu:

1. Memasang Filter Air Sebelum Jalur Masuk

Solusi yang paling efektif adalah memasang filter air atau saringan tepat pada jalur pipa sebelum air masuk ke dalam torennya.

Filter ini berfungsi untuk menyaring lumpur, pasir, dan lumut dari sumber air agar tidak masuk ke torennya.

2. Melakukan Pengurasan Secara Rutin dan Terjadwal

Harus disiplin dalam membuat jadwal pengurasan toren air minimal setiap 4 sampai 6 bulan sekali secara rutin.

Pengurasan ini bertujuan untuk membuang partikel halus yang lolos dari filter dan mengendap pada dasarnya.

3. Menggunakan Toren dengan Teknologi Anti Lumut

Pastikan menggunakan tempat penampungan yang memiliki lapisan pelindung sinar UV (ultraviolet) untuk mencegah pertumbuhan lumut di dalam air.

Pilihlah toren yang memiliki dinding bagian dalam berwarna gelap.

4. Memastikan Tutup Toren Terpasang Rapat dan Terkunci

Selalu periksa kondisi tutup torennya dan pastikan posisinya selalu tertutup rapat serta terkunci dengan kencang.

Hal ini berfungsi untuk mencegah debu, polusi udara, serta serangga atau hewan kecil masuk.

5. Mengganti Pipa yang Berkarat dengan PVC atau PPR

Jika masih menggunakan pipa besi tua yang sudah berkarat, sebaiknya segera ganti dengan pipa plastik modern seperti PVC atau PPR.

6. Menambahkan Alat Penjernih Air Otomatis

Bisa memasang alat penjernih air atau water purifier tambahan yang bekerja secara otomatis dalam sistem aliran airnya.

Berbagai zat kimia seperti sisa kaporit atau kadar zat besi yang tinggi bisa netral sebelum sempat mengendap.

7. Meletakkan Toren di Tempat yang Teduh

Posisi peletakan tempat penampungan sangat memengaruhi suhu air dalamnya yang kemudian berdampak pada pertumbuhan mikroorganisme.

Jadi, buatlah atap pelindung atau letakkan toren pada area yang tidak terkena paparan sinar matahari langsung.

8. Memilih Toren dengan Desain Dasar Miring

Solusi paling praktis adalah menggunakan tempat penampungan dengan desain khusus yang memiliki dasar miring mengarah langsung ke lubang pembuangan.

Review Toren Auto Drain Grand

Review Toren Auto Drain Grand

Jika sudah malas dan lelah dalam menguras tempat penampungan secara manual, maka gunakan saja toren merk Auto Drain Grand sebagai solusinya.

Produk yang satu ini punya teknologi bebas kuras, sehingga mampu memudahkan bagi para penggunanya dalam merawat atau membersihkannya.

Toren merk Auto Drain Grand ini terdapat pipa indikator air. Fungsinya sendiri yaitu untuk mengecek kondisi air yang ada di dalamnya tanpa perlu membuka bagian tutup atasnya.

Tempat penampungan merk Auto Drain Grand sendiri bahan bakunya terbuat dari HDPE murni tanpa bahan campuran apapun.

Selain itu, toren merk Auto Drain sudah anti lumut dan anti virus. Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik.

Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Penutup

Jadi demikianlah ulasan mengenai berbagai penyebab endapan di dasar torennya. Oleh karena itu, lebih baik pakai saja produk yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang.