Bagaimana Mengatasi Toren Bau – Menjaga kualitas air menjadi aspek penting untuk menjamin kesehatan seluruh konsumen.
Akan tetapi, terkadang menghadapi masalah air yang beraroma tidak sedap saat membuka kran pada kamar mandi.
Banyak orang merasa bingung mengenai bagaimana mengatasi toren yang bau, padahal terkadang airnya berasal dari sumber yang bersih.
Bau air yang menyengat bisa menjadi indikasi adanya pertumbuhan bakteri atau lumut dalam torennya.
Kualitas air yang buruk bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, sampai mencuci pakaian.
Selain itu airnya yang berbau sering kali meninggalkan rasa tidak nyaman pada kulit serta merusak aroma masakan.
Nah, melalui artikel kali ini akan menjelaskan bagaimana mengatasi tempat penampungan yang bau. Jadi, untuk selengkapnya simak artikel berikut ini.
Bagaimana Caranya dalam Mengatasi Toren Air yang Bau?

Masalah air beraroma tidak sedap dari tempat penampungan sering kali menjadi kendala serius yang mengganggu kenyamanan serta kebersihan.
Aroma yang menyengat tersebut biasanya menjadi indikasi kuat adanya penumpukan bakteri, lumut, atau bangkai hewan kecil yang membusuk dalam torennya.
Nah kalau sudah begitu, lantas bagaimana mengatasi toren yang bau secara efektif yaitu:
1. Melakukan Pengurasan Air Secara Total
Kosongkan seluruh isi air dalam torennya guna membuang endapan lumpur yang menjadi sumber utama bau.
Harus memastikan semua sisa air kotor yang menggenang pada dasar torennya sudah terbuang habis.
2. Menyikat Dinding Dalam dengan Larutan Pembersih
Gosoklah seluruh permukaan dinding bagian dalam menggunakan sikat berbulu lembut agar lapisan lendir serta lumut bisa terangkat sempurna.
3. Menggunakan Bahan Alami untuk Menetralkan Aroma
Manfaatkanlah bubuk soda kue atau perasan jeruk nipis yang dicampur dengan air untuk membilas area masih berbau menyengat.
Bahan-bahan alami ini memiliki sifat deodoran yang sangat ampuh dalam menetralisir berbagai bau.
4. Melakukan Sterilisasi dengan Kaporit Secukupnya
Bisa menggunakan kaporit dalam dosis yang sangat rendah guna membunuh sisa mikroorganisme masih menempel pada sela-sela torennya.
Setelah pemberian kaporit, toren harus mendiamkannya sejenak lalu membilasnya berkali-kali.
5. Memasang Filter Air pada Jalur Masuk (Inlet)
Pasanglah alat penyaring air (water filter) sebelum airnya masuk ke dalam toren guna menahan material organik penyebab bau.
Oleh karena itu, partikel seperti pasir, tanah, dan lumut dari sumber air utama tidak akan masuk serta mengendap.
6. Memastikan Tutup Toren Terkunci Rapat
Periksalah kondisi tutup torennya dan pastikan selalu dalam keadaan terkunci rapat guna menghindari masuknya binatang kecil atau debu.
7. Menambahkan Karbon Aktif Dalam Toren
Letakkanlah kantong berisi karbon aktif atau arang kayu yang bersih dalam torennya guna menyerap polutan kimia penyebab bau.
8. Melakukan Perawatan Rutin Setiap 6 Bulan
Buatlah jadwal pengurasan rutin minimal 2 kali dalam setahun guna mencegah kotoran menumpuk hingga menimbulkan bau kembali di masa depan.
Penyebab Utama Toren Air Mudah Bau

Mengidentifikasi sumber masalah merupakan langkah paling penting sebelum melakukan tindakan perbaikan pada sistem penampungan airnya.
Memahami faktor lingkungan serta kondisi teknis torennya akan memudahkan dalam mencari solusi mengenai cara mengatasi baunya.
Nah, berikut ini ada berbagai penyebab utama tempat penampungan air mudah bau yaitu:
1. Pertumbuhan Lumut yang Banyak
Penyebab pertama adalah tumbuhnya lumut pada dinding dalam torennya akibat paparan sinar matahari yang menembus material dindingnya.
2. Kumpulan Endapan Lumpur dan Pasir
Air yang berasal dari sumur bor atau sumber lainnya, sering kali membawa partikel tanah halus yang kemudian mengendap pada dasar torennya.
3. Adanya Bangkai Hewan Kecil
Celah pada tutup torennya yang tidak rapat sering kali menjadi jalan masuk bagi serangga, cicak, bahkan tikus kecil.
Hewan yang terjebak dan mati dalam air akan membusuk sehingga menimbulkan bau pada toren.
4. Tingkat Keasaman (pH) Air yang Tidak Stabil
Kondisi air yang terlalu asam atau terlalu basa bisa memicu reaksi kimia dengan kotoran organik dalam torennya.
Ketidakseimbangan pH ini sering kali menimbulkan bau logam atau bau menyengat.
5. Kontaminasi Bakteri Besi dan Mangan
Air tanah pada beberapa wilayah Indonesia memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi sehingga memicu pertumbuhan bakteri.
Reaksi oksidasi antara logam dan bakteri tersebut akan menghasilkan aroma karat yang berbau.
6. Suhu Air yang Terlalu Tinggi
Penempatan tempat penampungan pada bawah terik matahari langsung tanpa pelindung bisa meningkatkan suhu air secara signifikan di siang hari.
7. Penggunaan Material Toren yang Tidak Higienis
Beberapa toren air murah menggunakan bahan plastik daur ulang yang bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam airnya.
Reaksi antara plastik berkualitas rendah dengan air bisa menimbulkan bau sangat mengganggu.
8. Sirkulasi Udara yang Buruk Dalam Toren
Ketiadaan lubang ventilasi atau sistem udara yang baik menyebabkan udaranya dalam toren menjadi terjebak serta lembap.
Kondisi pengap ini mempercepat proses pembusukan zat organik yang terbawa oleh air sehingga menimbulkan aroma tidak enak.
Rekomendasi Toren Air Merk Grand

Untuk pilihan tempat penampungannya yang tepat yaitu pakai toren merk Grand. Tempat penampungan yang satu ini punya berbagai keunggulan tersendiri.
Toren merk Grand sendiri terbuat dari bahan HDPE murni tanpa campuran material lainnya. Hal ini yang menjadikannya punya ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Tempat penampungan merk Grand sendiri tidak berbau dan tidak berlendir. Sehingga mampu menyimpan air bersih dengan aman tanpa perlu takut bau.
Toren merk Grand sendiri menjadi yang pertama dan satu-satunya memiliki sertifikat Halal dari MUI. Pastinya dalam menyimpan air bersih tetap aman tanpa khawatir terkontaminasi oleh kotoran.
Untuk pilihan ukuran dari tempat penampungan merk Grand sendiri beragam. Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik.
Maka dari itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






