Bagaimana Toren Di Apartemen – Pernahkah bertanya-tanya dari mana asal air yang mengalir deras pada unit lantai paling atas gedung tinggi?
Ketersediaan air bersih pada gedung bertingkat sangat bergantung pada sistem penyaluran yang terencana secara matang.
Memahami bagaimana toren di Apartemen bekerja menjadi hal yang menarik untuk mempelajarinya oleh para penghuni.
Sistem ini melibatkan pompa besar serta tempat penampungan berkapasitas ribuan liter untuk melayani ratusan unitnya.
Sistem pengairan apartemen tidak sesederhana sistem rumah tapak yang hanya menggunakan 1 pompa kecil dan 1 toren.
Tekanan air harus mengaturnya sedemikian rupa agar penghuni pada lantai bawah tidak mengalami luapan air berlebih.
Melalui artikel kali ini menjelaskan cara kerja dari toren yang ada di Apartemen. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut.
Bagaimana Cara Kerja Toren di Apartemen?

Memahami sistem penyaluran air pada bangunan bertingkat merupakan hal mendasar bagi setiap pengelola maupun penghuninya.
Berbeda dengan rumah tinggal biasa, gedung apartemen membutuhkan rekayasa yang jauh lebih kompleks. Lalu, bagaimana cara kerja toren yang ada pada apartemen?
1. Penampungan Awal di Ground Water Tank
Langkah pertama mulai dari penampungan air bersih dari sumber PDAM ke dalam toren bawah tanah raksasa yang sangat kokoh.
2. Mengaktifkan Pompa Transfer Otomatis
Ketika sensor pada atap mendeteksi air berkurang, pompa transfer bertenaga besar akan menarik air dari tempat penampungan bawah.
Pompa ini rancangan khusus untuk mampu mendorong ribuan liter air melawan gravitasi menuju puncak gedung tertinggi.
3. Pengisian Toren Atas (Roof Tank)
Air yang mendorongnya oleh pompa transfer akan masuk ke dalam deretan toren, yang meletakkannya pada area atap gedung.
Pemilihan tempat penampungan berkualitas tinggi sangat penting agar mampu menahan tekanan dan suhu panas ekstrem.
4. Pengaturan Ketinggian Air melalui Floating Switch
Sistem pengisian akan berhenti secara otomatis melalui bantuan pelampung elektrik saat volume air dalam tempat penampungan sudah penuh. Jadi, tidak ada yang namanya pemborosan air.
5. Penyaluran Menggunakan Gaya Gravitasi
Air yang sudah terkumpul pada atap akan mengalirkannya kembali ke bawah menuju setiap unitnya menggunakan bantuan gaya gravitasi.
Metode ini cukup hemat energi karena air mengalir secara alami melalui pipa tanpa bantuan listrik.
6. Pencatatan Melalui Water Meter Unit
Sebelum air digunakan oleh penghuni, aliran air akan melewati meteran air. Jadi, setiap tetes airnya yang keluar tercatat secara transparan sehingga biaya tagihan air bulanan penghuni.
Beberapa Faktor Pengisian Toren Air pada Gedung Apartemen

Proses pengelolaan air pada bangunan bertingkat tinggi memerlukan perhitungan teknis yang akurat agar kebutuhan ratusan penghuni bisa terpenuhi secara stabil.
Pengisian airnya pada tempat penampungan sejatinya dipengaruhi oleh beberapa faktor tersendiri. Berikut ini ada beberapa faktor pengisian toren pada gedung apartemen yaitu:
1. Kapasitas Ground Water Tank
Faktor pertama adalah volume air yang tersedia pada toren bawah sebagai sumber pengisian menuju tempat penampungan atas. Ketersediaan air pada tempat penampungan bawah harus selalu ada.
2. Spesifikasi Daya Pompanya
Kekuatan motor pada pompa menentukan seberapa cepat air bisa terdorong melawan gaya gravitasi menuju puncak gedung.
Pompa yang sudah tua atau memiliki daya dorong (head) yang rendah akan membuat proses pengisian menjadi lambat.
3. Ketinggian Gedung dan Tekanan Hidrostatis
Jumlah lantai pada gedung apartemen berbanding lurus dengan besarnya tekanan yang harus dilawan oleh sistem pengisian airnya.
Semakin tinggi sebuah gedung, maka semakin besar pula beban kerja pompa untuk mencapai toren yang terletak di area atap.
4. Kondisi dan Diameter Pipa Penyaluran
Ukuran dan kebersihan bagian dalam pipa pengisi bisa memengaruhi kelancaran arus air yang memompanya dari bawah ke atas.
Pipa yang mengalami pengerak atau memiliki diameter terlalu sempit bisa menghambat penyalurannya.
5. Keandalan Sensor Level Otomatis
Sistem pengisian sangat bergantung pada sensor atau pelampung elektrik yang memberikan sinyal kapan pompa harus menyala dan mati.
6. Jam Sibuk Penggunaan Air
Pola aktivitas penghuni pada jam mandi pagi dan sore hari akan menguras volume toren atas secara cepat. Pada waktu tersebut, sistem pengisian harus mampu bekerja ekstra untuk mengimbangi laju penurunan airnya.
7. Rutinitas Pemeliharaan dan Pembersihan
Adanya endapan lumpur atau lumut dalam sistem pipa dan toren bisa menghambat efisiensi pengisian air secara keseluruhan.
Jadwal kuras rutin adalah faktor penting untuk memastikan seluruh komponen sistem bekerja secara maksimal.
Rekomendasi Toren Air Merk Grand

Untuk proyek besar seperti apartemen contohnya, maka bisa menggunakan rekomendasi toren air merk Grand.
Tempat penampungan yang satu ini terbuat dari bahan baku HDPE murni berkualitas tinggi tanpa campuran material lainnya.
Material HDPE sendiri terkenal akan ketahanannya dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Toren merk Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas mulai dari yang kecil, model slim (bisa masuk ruangan), sampai yang ukurannya besar mencapai 12000 liter.
Tempat penampungan merk Grand sendiri menjadi yang pertama dan satu-satunya mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.
Sehingga penyimpanan air untuk para penghuni tetap aman dari segala kontaminasi. Saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik.
Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






