Membersihkan Bak Mandi Kusam – Memiliki kamar mandi yang terlihat bersih dan berkilau merupakan dambaan bagi setiap pemiliknya.
Akan tetapi, banyak orang merasa kesulitan saat menghadapi masalah noda membandel yang membuat permukaan keramik terlihat sangat tidak menarik.
Maka dari itu, teknik membersihkan bak mandi kusam secara tepat menjadi kunci utama untuk menjaga keindahan area kebersihannya.
Bahkan, kualitas air yang terjaga dari penampungan yang baik akan mempermudah proses perawatan kebersihan pada area tersebut.
Kondisi bak mandi yang kusam sering kali penyebabnya oleh endapan mineral terbawa oleh aliran air kurang bersih. Sisa-sisa sabun yang menempel akan membentuk lapisan kerak.
Melalui artikel kali ini akan membahas lebih lanjut cara membersihkan bak mandinya yang kusam. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut.
Cara Membersihkan Bak Mandi yang Kusam Pakai Toren

Memiliki bak yang bersih dan mengkilap merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan suasana kamar mandi menyegarkan setiap harinya.
Banyak pemiliknya sering kali mengeluhkan kondisi permukaan keramik yang mulai kehilangan kilau aslinya akibat tumpukan kerak.
Berikut ini ada beberapa cara dalam membersihkan bak mandi yang kusam pakai toren yaitu:
1. Membilas Permukaan dengan Air Toren yang Deras
Langkah pertama adalah menyiram seluruh dinding bak menggunakan aliran air dari toren guna meluruhkan debu yang masih menempel.
2. Menggunakan Pasta Soda Kue dan Air Bersih
Buatlah pasta kental dengan mencampurkan bubuk soda kue dengan sedikit air bersih yang mengalir dari kran torennya.
Oleskan pasta tersebut secara merata pada bagian bak yang terlihat kusam dan diamkan selama 30 menit.
3. Menggosok dengan Sikat Berbulu Halus
Gunakan sikat yang memiliki bulu lembut untuk membersihkan sisa noda setelah pasta soda kue mulai bekerja dengan baik.
Hindari penggunaan sikat kawat karena bisa menyebabkan goresan permanen pada permukaan bak mandinya.
4. Larutan Asam Sitrat untuk Noda Menguning
Larutkan 1 bungkus asam sitrat ke dalam gayung berisi air bersih guna mengatasi noda kuning akibat zat besi.
Guyurkan larutan tersebut pada area yang sangat kotor lalu tunggu hingga reaksi kimianya melunakkan kerak.
5. Melakukan Pembilasan Tahap Akhir
Pastikan untuk membilas seluruh permukaan bak mandi menggunakan air jernih dari toren hingga tidak ada sisa sabun tertinggal.
6. Menggunakan Air Hangat dari Water Heater
Jika tersedia, gunakanlah air hangat yang bersumber dari toren untuk melarutkan sisa lemak tubuh yang bersifat sangat berminyak.
Cara ini akan memberikan tingkat kebersihan yang jauh lebih tinggi bagi seluruh penggunanya.
7. Mengeringkan Bak dengan Kain Mikrofiber
Segera keringkan sisa air pada dinding bak menggunakan kain mikrofiber yang bersih setelah proses pembilasan selesai.
8. Menjaga Kebersihan Toren Secara Rutin
Pastikan sumber air selalu bersih dengan cara membersihkan tempat penampungannya secara rutin setidaknya 6 bulan sekali.
Berbagai Penyebab Bak Mandi Jadi Kusam

Memahami akar permasalahan dari pudarnya kilau permukaan tempat penampungan air sangatlah penting agar bisa melakukan perawatan yang lebih tepat setiap harinya.
Bak yang awalnya terlihat bersih dan cemerlang perlahan bisa berubah menjadi kekuningan atau tampak kusam. Berikut ini berbagai penyebab baknya menjadi kusam yaitu:
1. Endapan Zat Kapur atau Kalsium
Penyebab pertama yang paling umum adalah tingginya kandungan mineral kapur dalam sumber air pada area tersebut.
2. Kumpulan Sisa Sabun (Soap Scum)
Residu dari sabun batangan yang bercampur dengan mineral air akan menciptakan lapisan lengket yang disebut sebagai soap scum.
Sisa sabun yang tidak langsung membilasnya akan mengeras dan mengubah tekstur keramik.
3. Kandungan Zat Besi pada Air Tanah
Air yang mengandung kadar besi tinggi sering kali menyebabkan munculnya noda berwarna kuning hingga kecokelatan pada baknya.
Oksidasi zat besi yang terjadi saat air bersentuhan dengan udara akan meninggalkan warna permanen yang merusak keindahan keramiknya.
4. Penumpukan Sel Kulit Mati dan Minyak Tubuh
Saat mandi, sel kulit mati serta minyak alami tubuh akan terlepas dan sering kali menempel pada dinding baknya.
Jika tidak segera membersihkannya, campuran organik ini akan membentuk lapisan daki yang membuat permukaan baknya terasa licin.
5. Penggunaan Cairan Pembersih yang Terlalu Keras
Banyak pemiliknya melakukan kesalahan dengan menggunakan pembersih kimia yang bersifat sangat korosif atau terlalu asam.
Bahan kimia keras tersebut bisa mengikis lapisan pelindung (glaze) pada keramiknya.
6. Pertumbuhan Jamur dan Alga Tipis
Kondisi kamar mandi yang lembap tanpa ventilasi yang baik memicu tumbuhnya jamur serta lapisan alga.
Organisme ini sering kali tidak terlihat secara kasat mata pada awalnya, namun memberikan efek warna kusam dan bau.
7. Kualitas Air dari Toren yang Tidak Terawat
Penampungan air atau toren yang jarang mengurasnya akan mengalirkan air yang bercampur dengan endapan lumpur.
Air yang terkontaminasi kotoran dari toren akan membawa partikel halus yang langsung menempel pada permukaan baknya.
Rekomendasi Toren Air Auto Drain Grand

Untuk mendapatkan air yang selalu jernih, penggunaan tandon modern seperti Auto Drain Grand merupakan pilihan yang sangat cerdas.
Tempat penampungan yang satu ini terbuat dari material HDPE murni tanpa bahan campuran apapun.
Hal ini yang menjadikannya punya ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Toren merk Auto Drain sendiri sudah ada teknologi bebas kuras. Sehingga dari segi perawatan dan pembersihannya sendiri sangat mudah.
Tempat penampungan merk Auto Drain sudah ada pipa indikator air. Adanya pipa sendiri berguna untuk mengecek kondisi airnya tanpa perlu membuka tutup atas torennya.
Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






