Desain Tempat Toren – Sekarang ini sudah sangat lazim menemukan banyak tempat yang memasang toren air.
Karena memang keperluan akan air selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Akan tetapi pemasangan dari tempat penampungan air ini juga tidak bisa asal-asalan.
Pemasangan toren sendiri bukan hanya soal kapasitas dan bahan yang dipakai, namun juga bagaimana cara menempatkannya supaya terhindar dari resiko kebocoran.
Karena ternyata hal ini bisa menjadi salah satu masalah umum yang sering terjadi akibat penempatannya kurang tepat.
Setelah membahas artikel sebelumnya, pada artikel ini akan membahas desain tempat toren yang tepat anti bocor. Yuk, simak lebih lanjut.
Desain Tempat Toren yang Tepat Anti Bocor

Bagi yang sudah mempunyai tempat penampungan air, maka sebaiknya dipikirkan juga tempat untuk meletakkannya.
Hal ini bertujuan supaya toren air yang dimiliki bisa tetap awet pemakaiannya dalamn jangka panjang.
Tidak perlu bingung lagi, karena terdapat 10 inspirasi desain tempat toren yang tepat dan pastinya anti bocor yaitu:
1. Pondasi Beton Bertingkat
Inspirasi desain yang pertama yaitu dengan menggunakan pondasi beton bertingkat. Desain yang satu ini selain bisa menambah stabilitas pada toren, tapi juga memberikan perlindungan tambahan.
Pondasi bertingkat sendiri memungkinkan tempat penampungan terhindar dari resiko pergeseran dan kebocoran diminimalisir dengan baik.
2. Pemasangan Toren Pada Atap Rumah
Pasang toren pada atap rumah merupakan cara paling umum yang digunakan untuk memanfaatkan gaya gravitasi, sehingga aliran air jadi lebih lancar.
Akan tetapi perlu pastikan dengan baik atap punya penopang yang kuat dan aman untuk menopang beban toren. Desain yang satu ini cocok untuk rumah dengan ruangan terbatas pada halamannya.
3. Kerangka Besi Tahan Karat
Inspirasi yang satu ini melibatkan pembuatan kerangka besi yang tahan karat sebagai tempat untuk torennya.
Kerangka besi pada umumnya cukup stabil dan tahan terhadap berbagai perubahan cuaca ekstrim. Desain yang satu ini juga punya tampilan yang modern dan mengarah ke industrial.
4. Letak Toren di Bawah Tanah
Meletakkan tempat penampungan air di bawah tanah merupakan pilihan paling ideal untuk menyembunyikan toren dari pandangan dan melindunginya dari berbagai perubahan cuaca ekstrim.
Desain yang satu ini juga bisa menghemat ruangan di permukaan secara efisien dan memiliki ketahanan terhadap segala pergerakan yang ada di bawah tanah.
5. Toren Dilengkapi dengan Struktur Kanopi
Penggunaan kanopi atau penutup pada tempat penampungan air bisa melindunginya dari sinar matahari secara langsung, hujan, maupun debu.
Adanya penutup juga bisa membantu untuk menjaga usia toren lebih lama dan mencegah air yang tersimpan dari tercemar.
6. Desain Toren dengan Rangka Modular
Untuk memudahkan dalam perawatan dan pemasangan, maka bisa menggunakan rangka modular yang terbuat dari material ringan tapi kuat.
Desain ini sendiri memudahkan kalau ada pemindahan atau perbaikan tertentu. Kerangka modular sendiri juga cocok untuk area terbatas atau yang mobilitas tinggi.
7. Toren Tertutup dengan Pagar Pengaman
Desain yang satu ini menggunakan pagar pengaman pada sekitar toren air, baik itu dari besi maupun kayu. Pagar pengaman sendiri menjaga akses ke tempat penampungan air jadi lebih terkontrol.
Sehingga mencegah akses tanpa izin atau yang berpotensi merusak seperti hewan peliharaan atau anak-anak. Sebaiknya pilih pagar yang punya desain estetik untuk menambah tampilan bangunan.
8. Toren dengan Panel Surya
Kalau mencari solusi yang ramah lingkungan, maka bisa mengkombinasikan toren dengan panel surya didekatnya.
Penggunaan panel surya sendiri bisa untuk menghasilkan energi listrik untuk menggerakan pompa air atau berbagai alat lainnya.
9. Desain Tempat Toren Air dengan Rak Penyangga
Untuk hunian dengan lahan terbatas, maka gunakan saja rak penyangga yang ramping akan tetapi kuat untuk menampung toren.
Rak penyangga sendiri bisa ditempatkan pada samping bangunan utama atau sudut halaman. Desain yang satu ini juga bisa menghemat ruangan dengan efektif.
10. Pemasangan di Sudut Halaman dengan Mini Park
Nah, untuk yang terakhir yaitu penggabungan antara keindahan dan fungsionalitas. Tempatkan saja toren pada sudut halaman dan kombinasikan dengan taman kecil disekelilingnya.
Pemakaian tanaman hias maupun batu alam bisa sebagai elemen dekorasi pada sekitar toren dan memberikan tampilan yang lebih alami.
Trik Pasang Toren pada Tempat yang Tepat

Memilih lokasi pemasangan toren air yang tepat merupakan langkah penting yang kerap terabaikan. Penempatan yang kurang matang tidak hanya memicu masalah teknis, tetapi juga berisiko membahayakan keselamatan.
Berikut ini beberapa trik pasang toren pada tempat yang tepat yaitu:
1. Manfaatkan Ketinggian Ideal untuk Gaya Gravitasi
Letakkan toren pada ketinggian minimal 4 hingga 6 meter pada atas posisi keran atau shower tertinggi di bangunan tersebut.
2. Buat Pondasi atau Dudukan yang Benar-Benar Rata
Pastikan landasan atau lantai dasar tempat toren berdiri dalam kondisi benar-benar rata, padat, dan presisi (gunakan waterpass untuk mengeceknya).
3. Hitung dan Posisikan Atas Struktur Bangunan
Toren berisi 1000 liter air memiliki beban total sekitar 1 ton. Jika memasangnya pada dak beton atau atap rumah, pastikan posisinya berada tepat di atas struktur utama bangunan.
4. Posisikan Terlindung dari Sinar Matahari
Meskipun banyak toren modern lengkap dengan lapisan anti UV, menempatkan toren di area yang terlalu terik dalam jangka panjang tetap bisa memicu pertumbuhan lumut.
Letakkan toren di area yang agak teduh atau buatkan atap pelindung (canopy) khusus atasnya.
5. Sisakan Ruang Cukup untuk Akses Maintenance
Hindari memasang toren di sudut yang terlalu sempit atau mepet dengan dinding atau atap. Sisakan ruang minimal 30 sampai 50 cm di sekeliling toren dan bagian atas lubang mainhole.
Space yang cukup akan sangat memudahkan tukang saat ingin merawatnya.
6. Dekatkan Posisi Toren dengan Titik Utama
Usahakan posisi toren tidak terlalu jauh dari area yang paling banyak membutuhkan pasokan air deras, seperti kamar mandi utama atau area cuci.
7. Gunakan Menara Menara Khusus
Jika rumah atau bangunan tidak memiliki dak beton (rooftop), gunakan menara besi siku atau rangka baja khusus yang memang dirancang untuk menahan beban air.
8. Hindari Menempelkan Toren Langsung ke Dinding
Berikan jarak antara dinding luar toren dengan tembok. Jika toren menempel langsung pada tembok, kelembapan alami sekitar toren bisa tertahan dan memicu tumbuhnya jamur.
9. Hindari Area Dekat Pohon Rindang dan Besar
Meskipun teduh, menempatkan toren di bawah pohon besar berisiko tinggi. Dedaunan gugur, ranting patah, hingga kotoran burung bisa menumpuk di atas penutup toren dan mengotori airnya.
Rekomendasi Toren Air Tanam Grand Terbaik

Jika tidak ingin menghemat ruang yang ada di rumah maupun bangunan, maka memang lebih efektif menggunakan toren air jenis tanam atau pendam.
Inilah tempat penampungan air jenis tanam merk Grand. Toren air yang satu ini memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap segala pergerakan yang ada di bawah tanah.
Sehingga air yang tersimpan di dalam tempat penampungan air merk Grand ini tetap aman dan bebas dari segala kontaminasi.
Toren air pendam merk Grand terbuat dari material HDPE yang berkualitas tinggi, sehingga tidak mudah bocor maupun rusak.
Jika dibandingkan dengan toren untuk atas, jenis tempat penampungan air pendam ini lebih kuat dan kokoh.
Baca juga: Cara Menambal Tangki Stainless yang Bocor, Efektif!
Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Untuk selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.
Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Nah, sekian dulu informasi tentang berbagai desain tempat toren yang tepat dan anti bocor. Lebih baik gunakan saja toren dengan kualitas tinggi dan tepat agar awet dalam jangka panjang.





