Masalah Umum Toren Bawah – Memanfaatkan area bawah tanah untuk menempatkan tempat penampungan air merupakan solusi cerdas guna menghemat lahan.
Akan tetapi penampungan air pada bawah permukaan tanah ternyata menyimpan berbagai tantangan teknis yang cukup kompleks.
Bagi para pemiliknya sendiri perlu memahami masalah umum toren bawah supaya sistem penyaluran air tetap berjalan dengan lancar.
Posisi yang tersembunyi sering kali membuat pemiliknya terlambat menyadari adanya kerusakan serius pada bagian dinding torennya.
Sistem tempat penampungan tanam sendiri memerlukan perhatian ekstra dibandingkan dengan toren air yang letaknya pada atas menara atau dak beton.
Risikonya tentu lebih besar daripada menggunakan tempat penampungan biasa. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan tentang berbagai masalah umum toren pendam.
Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut.
Berbagai Masalah yang Sering Terjadi pada Toren Bawah Tanah

Menempatkan tempat penampungan pada bawah permukaan tanah sering kali menjadi pilihan utama bagi rumah atau bangunan dengan lahan terbatas.
Sistem ini sangat membantu dalam menjaga keindahan bangunan karena tempat penampungannya tidak terlihat mencolok dari luar.
Namun bukan berarti tidak membawa masalah tersendiri. Berikut ini ada berbagai masalah yang sering terjadi pada tempat penampungan jenis tersebut yaitu:
1. Keretakan Dinding Akibat Tekanan Tanah
Masalah pertama adalah munculnya retakan pada badan toren karena materialnya tidak mampu menahan beban dorongan tanah sekitarnya.
2. Perubahan Bentuk atau Toren Menjadi Penyok
Tempat penampungan air yang tidak memiliki struktur penguat sering kali mengalami kerusakan atau penyok akibat terjepit oleh beban tanahnya.
3. Kontaminasi Air dari Limpasan Air Hujan
Posisi mulut torennya yang berada pada bawah atau sejajar dengan lantai sering kali menjadi jalan masuk bagi air hujan.
Sebagai informasi, air hujan yang membawa kotoran, debu, dan sisa oli kendaraan bisa masuk ke dalam toren jika tutupnya tidak rapat.
4. Pertumbuhan Lumut Akibat Kebocoran Cahaya
Jika tutup torennya mengalami kerusakan atau tidak tertutup dengan sangat sempurna, cahaya matahari bisa masuk ke dalamnya.
Sedikit paparan cahaya saja sudah cukup untuk memicu pertumbuhan lumut.
5. Kerusakan pada Komponen Radar Pelampung Otomatis
Tingkat kelembapan yang ekstrem pada bawah tanah sering kali menyebabkan bagian mekanis dan elektrik radar pelampung cepat berkarat.
Adanya karat ini akan membuat sensor pelampung macet sehingga mesin pompa air tidak akan berhenti bekerja meskipun toren sudah penuh.
6. Penumpukan Endapan Lumpur yang Sulit Bersih
Tempat penampungan bawah tanah cenderung lebih cepat menumpuk sedimen halus karena sulitnya akses untuk melakukan pengurasan rutin.
Tumpukan lumpur pada dasar toren akan menjadi tempat yang sangat ideal bagi kuman dan serangga untuk berkembang biak.
7. Munculnya Aroma Air yang Pengap dan Berbau
Minimnya ventilasi udara yang baik pada sistem toren jenis tanam sering kali menyebabkan air menjadi kekurangan oksigen dan berbau pengap.
Cara Mencegah Masalah Umum Toren Bawah Agar Tidak Muncul

Melakukan investasi pada sistem penampungan air bawah tanah memerlukan perencanaan yang matang agar tidak menimbulkan kerugian biaya perbaikan.
Kondisi lingkungan bawah tanah yang memiliki tekanan tinggi serta kelembapan ekstrem menuntut adanya sistem perlindungan yang sangat mumpuni.
Nah, berikut ini ada beberapa cara dalam mencegah masalah umum tempat penampungan bawah agar tidak muncul yaitu:
1. Membangun Dinding Pelindung dari Cor Beton
Cara pertama adalah membuat bak kontrol atau dinding penahan dari beton bertulang sebelum memasukkan unit torennya ke dalam lubang tanah.
Dinding beton ini berfungsi untuk menahan seluruh beban tekanan tanah agar tidak langsung menekan badan torennya.
2. Menggunakan Lapisan Pasir Halus di Sekitar Toren
Isilah celah antara dinding torennya dengan dinding beton menggunakan pasir halus yang sudah membasahinya agar teksturnya menjadi padat.
3. Memasang Pipa Ventilasi Udara yang Memadai
Pastikan untuk memasang pipa udara yang ujungnya menjulang ke atas permukaan tanah guna menjaga sirkulasi oksigen dalam torennya.
4. Memilih Toren Khusus dengan Spesifikasi Tanam
Jangan pernah menggunakan toren air biasa untuk ditanam, melainkan pilihlah produk yang memang rancangannya khusus untuk pendam bawah tanah.
5. Mengamankan Tutup Toren dengan Seal Kedap Air
Gunakanlah penutup toren yang lengkap dengan karet penyekat (gasket) tebal guna mencegah masuknya rembesan air hujan kotor.
6. Menjaga Jarak dari Akar Pohon Besar
Pilihlah lokasi penempatan toren yang jauh dari tanaman dengan akar tunggang kuat guna menghindari risiko dinding torennya tertusuk.
7. Melakukan Pemeriksaan dan Pengurasan Secara Rutin
Jadwalkan pemeriksaan kondisi dalam tempat penampungan serta lakukan penyedotan endapan lumpur menggunakan pompa celup minimal setiap 6 bulan sekali.
Pembersihan rutin akan mencegah kotoran menumpuk pada dasarnya yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya.
8. Memasang Sensor Kebocoran atau Radar Berkualitas
Gunakanlah perangkat otomatisasi pengisian air (radar) yang berkualitas tinggi serta berikan pelindung tambahan agar komponen elektriknya tidak cepat korosi.
Review Toren Air Pendam Grand

Untuk tempat penampungan jenis pendam yang bisa menjadi pilihan yaitu toren pendam merk Grand.
Toren yang satu ini materialnya terbuat dari HDPE murni tanpa bahan campuran apapun dan punya ketebalan dinding tersendiri.
Hal ini yang menjadikannya aman jika terpendam dalam tanah, tanpa khawatir bocor atau retak. Tempat penampungan merk Grand yang cocok untuk bawah tanah ini tersedia dalam berbagai ukuran.
Sehingga para penggunanya bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, toren bawah tanah merk Grand ini sudah anti lumut dan anti virus.
Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Maka dari itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






