Bagaimana Agar Toren Awet – Menjaga ketersediaan air bersih pada berbagai area merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang aktivitas harian.
Toren air menjadi komponen utama yang harus selalu berada dalam kondisi sangat prima. Oleh karena itu, banyak pemiliknya yang sering bertanya mengenai bagaimana agar toren awet meskipun terpapar cuaca panas dan hujan.
Pemahaman mengenai cara perawatan yang benar akan mencegah munculnya lumut serta kebocoran pada bodi torennya.
Tempat penampungan yang terawat dengan baik bisa menjamin kualitas air untuk mandi dan memasak tetap bersih.
Mempelajari langkah-langkah praktisnya mampu menjaga ketangguhan dari toren tersebut secara menyeluruh.
Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih jauh mengenai bagaimana caranya supaya tempat penampungan tetap awet.
Jadi, untuk selengkapnya simak saja artikel berikut.
Bagaimana Cara Agar Toren Air Jadi Lebih Awet?

Merawat tempat penampungan supaya awet memerlukan perhatian khusus, agar materialnya tidak cepat rusak akibat paparan cuaca atau beban tekanan air.
Banyak pemiliknya seringkali mengabaikan kebersihan bagian dalam toren, hingga menyebabkan penumpukan lumpur yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Nah, berikut ini ada beberapa cara tersendiri agar tempat penampungannya jadi lebih awet yaitu:
1. Memastikan Alas Toren Benar-Benar Rata
Langkah pertama yang paling penting adalah menempatkan toren pada atas permukaan atau pondasi yang benar-benar datar dan sangat rata.
Pastikan tidak ada kerikil atau tonjolan tajam pada bawah alas karena bisa menyebabkan tekanan yang tidak seimbang.
2. Membangun Atap Pelindung dari Sinar Matahari
Sebaiknya memberikan peneduh atau atap kecil pada atas lokasi penempatan toren air untuk menghalangi paparan sinar ultraviolet langsung.
Radiasi matahari yang terus menerus bisa membuat materialnya menjadi cepat getas, kering, dan akhirnya sangat mudah pecah.
3. Melakukan Pembersihan Secara Rutin
Jadwalkan pengurasan toren air minimal setiap 6 bulan sekali untuk membuang endapan pasir, lumpur, dan sisa kotoran lainnya.
Permukaan dinding bagian dalam yang selalu bersih akan mencegah timbulnya kerak membandel.
4. Memasang Filter Air pada Pipa Masuk
Gunakanlah alat penyaring atau filter air sebelum airnya masuk ke dalam toren untuk menahan kotoran dari sumber sumur.
5. Mengatur Tekanan Pompa dengan Benar
Pastikan tekanan air yang masuk dari pompa menuju ke dalam toren tidak terlalu kuat secara mendadak atau sangat berlebihan.
Tekanan air yang terlalu tinggi bisa menimbulkan guncangan pada dinding toren.
6. Menghindari Penggunaan Sikat Kawat Saat Mencuci
Saat melakukan proses pembersihan, gunakanlah sikat plastik yang lembut atau kain lap halus agar tidak menggores permukaan dalam toren.
7. Memeriksa Fungsi Pelampung dan Ventilasi
Lakukan pengecekan berkala pada sistem pelampung otomatis agar air tidak meluap keluar dan membasahi area pondasi toren secara terus menerus.
Pastikan juga lubang ventilasi pada tutup toren tidak tersumbat agar sirkulasi udara dalam toren tetap terjaga dengan baik.
Kenapa Toren Air Bisa Cepat Rusak?

Memahami berbagai faktor yang bisa merusak toren air merupakan langkah awal sangat bijak bagi setiap pemiliknya.
Banyak orang seringkali merasa bingung mengapa tempat penampungan air mereka tiba-tiba bocor padahal baru memakainya beberapa tahun saja.
Berikut ini beberapa penyebab kenapa tempat penampungan bisa cepat rusak yaitu:
1. Paparan Radiasi Sinar Ultraviolet (UV) Berlebih
Alasan pertama adalah letak toren yang membiarkannya terbuka tanpa peneduh, sehingga terkena sengatan matahari secara langsung selama belasan jam setiap hari.
Hal ini menjadikan dindingnya jadi mudah getas dan rapuh.
2. Pondasi Alas yang Tidak Rata atau Bergelombang
Penempatan toren pada atas permukaan yang tidak datar akan menyebabkan penyaluran beban air hanya berpusat pada satu titik tumpu saja.
Tekanan berat yang tidak merata ini akan memaksa bodi untuk melengkung secara tidak wajar, hingga akhirnya muncul retakan.
3. Pertumbuhan Lumut yang Sangat Tebal
Dinding toren yang tipis atau berwarna terang memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam air dan memicu proses fotosintesis bibit lumut.
Adanya lumut yang membiarkannya menebal tidak hanya mengotori air tetapi juga perlahan-lahan bisa mengikis material bodi torennya.
4. Kualitas Air yang Mengandung Zat Kimia Korosif
Air yang mengandung kadar asam tinggi atau zat besi berlebih tanpa melalui proses penyaringan bisa merusak dinding torennya.
5. Tekanan Udara Dalam Toren yang Tidak Stabil
Saluran ventilasi yang tersumbat atau tertutup rapat, akan menyebabkan terjadinya tekanan udara negatif saat air tersedot keluar secara cepat.
6. Pemakaian Bahan Pembersih yang Sangat Keras
Banyak orang salah langkah dengan menggunakan pembersih kimia berbau menyengat atau sikat kawat kasar saat sedang menguras kotoran dalam toren.
Kotoran dan bibit lumut justru akan semakin mudah menempel pada bekas goresan tersebut.
7. Pemasangan Sambungan Pipa yang Terlalu Dipaksakan
Kesalahan teknis saat memasang pipa inlet atau outlet yang terlalu kencang akan menimbulkan tegangan berlebih pada lubang bodi torennya.
Kebocoran pada area lubang sambungan ini seringkali menjadi jenis kerusakan yang paling sulit untuk memperbaikinya.
Rekomendasi Toren Air Merk Grand yang Awet

Untuk pilihan tempat penampungannya, maka lebih baik gunakan saja toren merk Grand yang punya keawetan tersendiri.
Tempat penampungan merk Grand sendiri terbuat dari material HDPE murni tanpa bahan campuran apapun.
Hal inilah yang menjadikannya memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Toren merk Grand sendiri karena menggunakan bahan baku yang berkualitas, sehingga tidak mudah bocor atau retak walau pemakaiannya dalam jangka panjang.
Tempat penampungan merk Grand sendiri juga sudah anti lumut dan anti virus. Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik.
Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






