Dosis Klorin yang Aman untuk Disinfeksi Toren

Dosis Klorin yang Aman untuk Disinfeksi Toren

Dosis Klorin Untuk Toren – Menjaga kualitas air bersih untuk berbagai area merupakan kewajiban utama demi kesehatan seluruh penggunanya setiap hari.

Tempat penampungan air berupa toren, seringkali menjadi tempat berkembang biaknya bakteri jika tidak merawatnya dengan rutin dan benar.

Salah satu pembersih yang masih banyak orang pilih yaitu menggunakan klorin. Hal ini menyebabkan pertanyaan tersendiri, sebenarnya berapa dosis klorin pada toren yang paling aman untuk proses disinfeksi?

Sebagai informasi bahwa penggunaan klorin atau kaporit tidak boleh melakukannya secara sembarangan agar tidak menimbulkan efek samping bagi manusia.

Bahkan, takaran yang terlalu tinggi bisa menyebabkan korosi pada pipa. Nah, melalui artikel kali ini akan menjelaskan sebenarnya berapa dosis klorin pada tempat penampungan. 

Jadi, untuk lebih lengkap bisa simak artikel berikut.

Cara Penggunaan Klorin pada Toren yang Sesuai Dosis

Cara Penggunaan Klorin pada Toren yang Sesuai Dosis

Menjaga sterilisasi air dalam penampungannya merupakan pencegahan tersendiri yang sangat penting untuk melindungi kesehatan seluruh penggunanya.

Penggunaan bahan kimia seperti klorin seringkali menjadi solusi praktis untuk membasmi bakteri serta lumut yang tumbuh didalamnya.

Berikut ini ada beberapa cara penggunaan klorin pada toren yang sesuai dosis yaitu:

1. Hitung Kapasitas Volume Air Terlebih Dahulu

Langkah pertama adalah mengetahui jumlah liter air yang ada dalam torennya untuk menentukan kebutuhan jumlah klorin secara presisi.

2. Gunakan Standar Dosis yang Dianjurkan

Terapkanlah dosis klorin untuk toren sebanyak 1 hingga 2 gram serbuk kaporit untuk setiap 1.000 liter air bersih.

3. Larutkan Klorin dalam Wadah Terpisah

Jangan pernah memasukkan bubuk klorin secara langsung ke dalam torennya, karena zat tersebut tidak akan bisa tercampur secara merata.

Campurkan bubuk klorin ke dalam ember kecil berisi air bersih lalu aduklah hingga benar-benar larut secara sempurna.

4. Masukkan Larutan Saat Pengisian Air

Tuangkan larutan klorin dari ember ke dalam torennya saat mesin pompa sedang menyala untuk mengisi air ke dalam toren.

5. Diamkan Air Selama Minimal 30 Menit

Berikan waktu kontak yang cukup bagi klorin untuk bekerja membunuh mikroorganisme berbahaya dengan mendiamkan air selama minimal 30 menit.

Zat ini membutuhkan durasi tertentu agar reaksi kimia disinfeksi bisa membasmi bakteri, virus, serta spora lumut secara efektif.

6. Lakukan Pengecekan Aroma dan Kejernihan

Setelah masa pendiaman selesai, periksalah aroma air untuk memastikan tidak ada bau kaporit yang terlalu menyengat atau tajam.

Jika aroma masih sangat kuat, maka bisa menambahkan air baru ke dalam torennya guna mengencerkan kadar konsentrasi klorinnya.

7. Pakai Alat Pelindung Diri Saat Bekerja

Pastikan menggunakan sarung tangan karet serta masker saat menangani bubuk klorin untuk menghindari risiko iritasi pada kulit.

8. Lakukan Disinfeksi Secara Teratur

Lakukanlah prosedur pemberian klorin ini setiap 1 bulan sekali atau saat kondisi air mulai terlihat keruh dan juga berbau.

Hal Penting yang Jadi Pertimbangan Penambahan Klorin untuk Toren Air

Hal Penting yang Jadi Pertimbangan Penambahan Klorin untuk Toren Air

Melakukan proses disinfeksi air dengan zat kimia memerlukan pertimbangan teknis yang matang agar tidak membahayakan kesehatan penggunanya.

Kondisi air pada setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pemberian bahan kimia harus sangat sesuai.

Berikut ini beberapa hal penting yang jadi pertimbangan penambahan zat kimia tersebut yaitu:

1. Sumber Air yang Digunakan

Pertimbangan pertama adalah mengetahui asal air tersebut, apakah berasal dari sumur bor, air sungai, atau layanan perpipaan kota (PAM).

2. Kondisi Kebersihan Dinding Dalam Toren

Harus memastikan bahwa toren sudah mengurasnya dari endapan lumpur sebelum memasukkan larutan klorin ke dalam sistem penyimpanan.

Karena bahan ini tidak akan bekerja secara maksimal jika zat kimia tersebut harus bereaksi dengan tumpukan tanah yang mengendap.

3. Nilai pH atau Tingkat Keasaman Air

Tingkat keasaman air sangat memengaruhi efektivitas klorin dalam membasmi bakteri serta kuman berbahaya yang terdapat dalam tempat penampungan.

4. Suhu Air Dalam Toren

Suhu yang stabil akan menjaga kandungan klorin tetap berada pada ketinggian aman untuk menjaga kebersihan air sepanjang hari.

5. Waktu Kontak

Klorin membutuhkan waktu tertentu untuk bereaksi secara kimiawi guna menghancurkan dinding sel bakteri serta virus yang ada pada airnya.

Diamkanlah selama minimal 30 menit agar proses sterilisasi benar-benar tuntas.

6. Jenis Material Pipa Distribusi Rumah

Pertimbangkan jenis material pipa yang digunakan, karena klorin dalam dosis tinggi bersifat korosif terhadap komponen logam atau besi.

7. Tujuan Penggunaan Air Harian

Pertimbangkan apakah air tersebut hanya menggunakannya untuk mandi dan mencuci atau juga digunakan sebagai sumber air tersendiri.

Jika air penggunaannya untuk konsumsi, maka pemantauan kadar sisa klorin harus melakukannya dengan sangat ketat.

Review Toren Air Merk Grand

Review Toren Air Merk Grand

Memilih tempat penampungan berkualitas seperti toren air merk Grand adalah langkah pencegahan kuman yang paling utama.

Toren merk Grand sendiri menadi yang pertama dan satu-satunya mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.

Hal inilah yang menjadikannya mampu menyimpan air bersih dengan aman tanpa khawatir kontaminasi zat lainnya.

Tempat penampungan merk Grand sendiri sudah ada teknologi anti lumut. Sehingga penyimpanan air tetap aman, terbebas dari virus maupun bakteri yang mengancam kesehatan.

Materialnya sendiri terbuat dari HDPE murni berkualitas tinggi, sehingga tahan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem.

Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Penutup

Nah, jadi sekian dulu penjelasan mengenai sebenarnya berapa dosis klorin yang tepat untuk toren. Oleh karena itu, lebih baik pakai saja produk yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang.