Atasi Tekanan Air Rendah – Apakah pernah merasa sangat kesal saat sedang mandi namun aliran air dari pancuran terasa sangat kecil dan lemah?
Proses mencuci pakaian menggunakan mesin cuci otomatis sering kali terhambat akibat pasokan airnya yang tidak stabil.
Bagi siapa saja, penting untuk memahami solusi dalam atasi tekanan air rendah secara efektif. Masalah tekanan airnya ini bisa selesai dengan mudah tanpa harus membongkar seluruh instalasi pipanya.
Masalah tekanan air yang lemah biasanya terjadi karena posisi torennya tidak cukup tinggi dari titik keran.
Gaya gravitasi alami terkadang tidak mampu mendorong air secara kuat. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan cara mudah atasi tekanan airnya yang lemah pakai pompa booster.
Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel ini.
Cara Kerja Pompa Booster untuk Atasi Tekanan Air Rendah

Memiliki sistem aliran airnya yang deras merupakan impian setiap penggunanya demi menunjang kenyamanan aktivitas harian.
Banyak penggunanya sering kali mengeluhkan pancuran air yang lemah akibat posisi torennya yang kurang tinggi. Padahal penggunaan pompa booster sendiri mampu mengatasinya dengan baik.
Berikut ini ada cara kerja dari pompa booster untuk mengatasi tekanan airnya yang rendah yaitu:
1. Mendeteksi Aliran Melalui Sensor Otomatis
Cara kerja pertama adalah sensor aliran akan mendeteksi pergerakan air saat membuka salah satu kerannya.
Sensor ini akan mengirimkan sinyal elektrik ke bagian motor pompa agar mesin segera menyala secara otomatis.
2. Menarik Air dari Toren Penampungan
Mesin akan menciptakan area tekanan rendah pada bagian lubang hisap guna menarik air keluar dari dalam toren penyimpanannya.
3. Meningkatkan Kecepatan Air dengan Impeller
Motor listrik akan memutar kipas internal (impeller) dengan kecepatan sangat tinggi guna memberikan tambahan energi kinetik pada molekul air.
4. Menstabilkan Tekanan Dalam Jalur Pipa
Sistem kontrol pada pompa booster berfungsi menjaga agar tekanan air yang dihasilkan tetap stabil meskipun beberapa keran terbuka bersamaan.
5. Mendorong Air Menuju Titik Terjauh
Daya dorong yang dihasilkan oleh mesin mampu mengalirkan air menuju lantai atas atau titik keran yang jaraknya sangat jauh.
6. Mengatur Batas Tekanan Maksimal
Pada tipe tertentu, pompa lengkap dengan saklar tekanan guna memutus arus listrik jika tekanan dalam pipa sudah maksimal.
7. Mematikan Mesin Saat Keran Tertutup Kembali
Ketika penggunanya menutup keran, sensor aliran akan mendeteksi berhentinya pergerakan air dan segera mematikan putaran motor secara otomatis.
Proses pemutusan arus ini terjadi dalam hitungan detik guna memastikan mesin tidak bekerja terus-menerus.
8. Beroperasi dengan Tingkat Kebisingan Rendah
Desain motor modern pada pompa booster bekerja dengan getaran yang sangat minim sehingga suaranya terasa sangat halus.
Tips Penggunaan Pompa Booster Untuk Atasi Tekanan Air Rendah dan Tetap Awet

Memastikan ketersediaan aliran air yang deras pada seluruh sudut rumah atau bangunan merupakan salah satu kunci utama dalam menunjang kenyamanan aktivitas.
Pemasangan alat tambahan berupa mesin pendorong sering kali menjadi solusi yang paling instan guna atasi tekanan air rendah.
Berikut ini ada beberapa tips penggunaan pompa booster agar tetap awet yaitu:
1. Menempatkan Pompa pada Area yang Teduh dan Kering
Tips pertama adalah memasang pompa booster pada lokasi yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung serta guyuran air hujan.
2. Memastikan Dudukan Pompa Stabil dan Rata
Pasanglah mesin pada alas beton atau dudukan yang sangat kokoh guna meredam getaran saat motor pompa mulai berputar.
3. Memasang Filter Sebelum Jalur Masuk Pompa
Sangat jadi rekomendasi memasang saringan air halus pada pipa inlet guna mencegah pasir atau kotoran dari tempat penampungan masuk ke mesinnya.
4. Menghindari Menjalankan Pompa Saat Toren Kosong
Selalu pastikan ketersediaan stok air dalam toren penampung agar pompa tidak bekerja dalam kondisi kering atau dry running.
Menjalankan mesin tanpa adanya aliran air sebagai pendingin bisa menyebabkan seal mekanis menjadi sangat panas dan cepat rusak.
5. Memeriksa Kondisi Sambungan Kabel Listrik Secara Rutin
Periksalah seluruh instalasi kabel guna memastikan tidak ada bagian yang terkelupas atau sambungan mulai longgar akibat getaran mesin.
Sambungan listrik yang tidak sempurna bisa memicu timbulnya percikan api atau menyebabkan tegangan.
6. Mengatur Tekanan Sesuai dengan Kekuatan Pipa
Jangan menyetel kekuatan dorong pompa pada level maksimal jika instalasi perpipaan sudah berusia cukup tua. Sesuaikanlah setelan sensor tekanan agar aliran air terasa cukup deras namun tetap aman.
7. Melakukan Pemanasan Mesin Jika Jarang Pakai
Jika bangunan tersebut sering ditinggalkan dalam waktu lama, mintalah bantuan seseorang guna menyalakan keran air sebentar agar mesin tetap berputar.
8. Membersihkan Bagian Luar Mesin dari Debu dan Karat
Bersihkanlah debu yang menempel pada sirip pendingin motor guna memastikan proses pelepasan panas mesin berjalan dengan sangat lancar.
Rekomendasi Toren Air Merk Titan

Untuk mendukung kinerja pompa booster, maka memerlukan tempat penampungan berkualitas tinggi tapi dengan harga terjangkau seperti merk Titan.
Toren merk Titan sendiri bahan bakunya sudah pakai HDPE murni tanpa material campuran lainnya. Hal ini yang menyebabkannya punya ketahanan sangat bagus pada berbagai perubahan cuaca ekstrem.
Tempat penampungan merk Titan sendiri punya dinding yang tebal dan kuat. Sehingga mampu menampung air dengan aman tanpa khawatir bocor atau retak.
Meskipun punya berbagai keunggulan tersendiri, harga dari toren merk Titan ini terjangkau dan ramah di kantong.
Pada saat ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Maka dari itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.






