Tips Perawatan Rutin untuk Toren Bawah Tanah

Tips Perawatan Rutin untuk Toren Bawah Tanah

Perawatan Toren Bawah Tanah – Memiliki sistem penampungan air bawah tanah merupakan solusi cerdas untuk menghemat ruang pada lahan yang terbatas. 

Toren jenis pendam seringkali menjadi pilihan utama karena mampu menjaga tampilan bangunan tanpa terlihat mencolok dari luar.

Posisi yang berada pada bawah permukaan tanah membuat torennya memiliki tantangan perawatan sangat berbeda.

Sistem penyaluran air yang tersembunyi memerlukan perhatian ekstra pada aspek kebersihan serta kekuatan struktur dinding torennya.

Banyak orang sering mengabaikan kondisi tempat penampungan jenis pendam karena posisinya yang tertutup oleh keramik atau beton permanen.

Padahal sebenarnya tempat penampungan jenis ini juga perlu perawatan yang tepat. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai perawatan rutin jenis tanam tersebut.

Jadi, untuk selengkapnya simak artikel berikut ini.

Cara Mudah Perawatan Rutin Toren Bawah Tanah

Cara Mudah Perawatan Rutin Toren Bawah Tanah

Melakukan pemeliharaan pada sistem penampungan air yang tertanam pada bawah permukaan lantai memerlukan pendekatan yang sedikit berbeda.

Posisi yang tidak terlihat secara langsung seringkali membuat pemiliknya lupa akan kondisi kebersihan dalam ruang penyimpanan tersebut.

Maka dari itu, berikut ini ada beberapa cara mudah perawatan rutin tempat penampungan bawah tanah yaitu:

1. Memeriksa Kekedapan Tutup Toren

Pastikan bahwa penutup toren selalu dalam kondisi terkunci rapat serta tidak memiliki celah. Selain itu, periksalah apakah segel karet pada tutup masih elastis untuk menghalangi masuknya air hujan atau air cucian yang kotor.

2. Membersihkan Area Sekitar Toren Secara Rutin

Biasakan untuk menyapu dan mengepel area pada sekitar lubang akses toren agar tidak ada penumpukan debu maupun tanah.

Hal ini sangat penting melakukannya sebelum membuka tutup torennya, guna melakukan pengecekan rutin atau pengisian ulang air bersih.

3. Melakukan Pengurasan Endapan Lumpur Rutin

Jadwalkan pengurasan total bagian dalam tempat penampungannya minimal setiap 6 bulan sekali untuk membuang partikel tanah yang mengendap pada dasarnya.

Penggunaan mesin penyedot sangat disarankan agar proses pengeluaran air kotor menjadi jauh lebih cepat.

4. Mengecek Fungsi Pelampung Otomatis

Periksalah komponen pelampung otomatis secara rutin untuk memastikan sistem penghentian aliran air masih bekerja dengan sangat presisi dan akurat.

Kerusakan pada pelampung bisa menyebabkan torennya meluap.

5. Memantau Aroma dan Kejernihan Air

Cobalah untuk mencium aroma air dan melihat tingkat kejernihannya secara pandangan setidaknya 1 minggu sekali secara rutin.

Jika air mulai tercium bau tanah atau terlihat keruh secara mendadak, maka bisa segera melakukan tindakan pencegahan.

6. Memeriksa Kondisi Dinding Luar

Perhatikan apakah ada tanda-tanda penurunan permukaan lantai atau keretakan pada keramik di sekitar area tempat toren tersebut terpendam.

Pengamatan visual ini sangat membantu dalam menjaga struktural sistem penyimpanan air bersih.

7. Melakukan Sterilisasi Ringan pada Air

Pastikan bahan sterilisasi yang digunakan sudah memiliki standar keamanan pangan (food grade), agar tetap sehat untuk pemakaiannya sehari-hari.

Tips Mencegah Toren Bawah Tanah Agar Tidak Mudah Kotor

Tips Mencegah Toren Bawah Tanah Agar Tidak Mudah Kotor

Menjaga kebersihan sistem penampungan air bawah tanah merupakan tantangan tersendiri, karena posisinya yang rentan terhadap rembesan air kotor dan masuknya partikel tanah.

Karena posisinya yang tersembunyi, kotoran yang masuk seringkali tidak terdeteksi secara langsung hingga akhirnya air menjadi bau atau keruh.

Tidak perlu khawatir, berikut ini ada beberapa tips untuk mencegah tempat penampungan bawah tanah agar tidak mudah kotor yaitu:

1. Memasang Filter di Jalur Masuk (Inlet)

Tips pertama adalah memasang alat penyaring atau filter sebelum air dari sumber utama masuk ke dalam toren.

2. Menggunakan Seal Karet pada Penutup Toren

Pastikan tutup torennya sudah lengkap dengan seal atau gasket karet yang masih elastis dan mampu menutup celah secara kedap.

3. Meningkatkan Posisi Akses Toren dari Permukaan Lantai

Saat proses pemasangan, usahakan posisi lubang akses torennya berada sedikit lebih tinggi sekitar 5 hingga 10 cm dari lantai.

Kemiringan lantai pada sekitar tutup torennya harus pembuatannya menjauh agar air kotor tidak menggenang di sekitar area lubang akses tersebut.

4. Memberikan Lapisan Waterproofing pada Bak Kontrol

Lapisi dinding bak kontrol atau ruang beton pada sekitar tutup toren dengan cairan waterproofing agar debu atau semen tidak rontok ke dalam.

5. Menggunakan Toren Berwarna Gelap pada Lapisan Dalam

Pilihlah toren yang memiliki lapisan dalam berwarna hitam pekat, untuk memastikan tidak ada cahaya bisa masuk ke ruang penampungan airnya.

6. Menghindari Pemakaian Toren Beton Secara Langsung

Gunakanlah toren dengan bahan HDPE berkualitas tinggi dalam galian daripada hanya menggunakan bak beton yang disemen secara konvensional saja.

7. Melakukan Pembersihan Filter Secara Rutin

Periksalah dan bersihkan media filter air yang terpasang pada jalur inlet setidaknya 1 bulan sekali agar fungsinya tetap optimal.

Rekomendasi Toren Air Pendam Grand

Rekomendasi Toren Air Pendam Grand

Untuk pilihan tempat penampungannya, maka bisa menggunakan toren air jenis pendam dari merk Grand.

Tempat penampungan yang satu ini bahan bakunya pakai HDPE murni tanpa bahan campuran apapun, dengan dinding tebal.

Hal ini menjadikan penyimpanan air bersih tetap aman dan terhindar dari kebocoran. Toren jenis pendam merk Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan ukuran tersendiri.

Toren merk Grand jenis pendam memiliki ketahanan yang sangat bagus terhadap segala tekanan bawah tanah.

Sekarang ini sudah tersedia berbagai pilihan toren dengan kualitas terbaik dan menarik. Oleh karena itu, untuk informasi selengkapnya bisa langsung kunjungi marketplace rumah toren dan hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Penutup

Nah, jadi itulah tadi penjelasan tentang perawatan tempat penampungan bawah tanah agar tetap bersih.

Oleh karena itu, lebih baik pakai saja produk yang berkualitas tinggi agar tetap awet dalam jangka panjang.